Rabu, 05 Desember 2007

BADAN IDEAL TANPA OVERTRAINING

BAB I
PENDAHULUAN

“KREMPENG MANA KEREN!!” itulah salah satu kalimat dalam ilkan sebuah susu suplement tubuh. Kata-kata itu terasa menganggap sebelah mata bagi sebagian orang yang merasa dirinya termasuk dalam kategori seperti itu. Beberapa orang acuh saja dengan kalimat dalam iklan tersebut, ada juga sebagian orang yang merasa terbujuk untuk mengkonsumsi produk tersebut upaya mendapatkan tubuh seperti pada iklan tersebut. Mustahil tubuh yang ideal, perut sixpacks, dada bidang didapat hanya dengan minum susu tanpa diimbangi dengan latihan beban yang rutin, karena susu hanya sebagai suplement penyeimbang.
Mendapatkan perut sixpacks, dada yang bidang, dan otot biseps yang melebihi ukuran kepala bayi mungkin merupakan target yang harus kita capai dalam dua bulan ini. Tapi, jangan sampai impian menjadi pria terseksi menyebabkan kita terkapar dan harus istirahat total selama seminggu.
Motivasi diri yang berlebihan malah bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri. Keinginan yang berlebihan cenderung mendorong orang untuk menempuh jalan pintas mendapatkan keinginannya tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi. Untuk mendapatkan tubuh yang ideal bisa-bisa kita melakukan latihan yang berlebihan tidak msesuai tahap dan kemampuan kita. Dan tak jarang mengkonsumsi suplement secara berlebih yang justru dapat berdampak buruk pada tubuhOvertraining adalah salah satu kesalahan yang wajib dihindari dalam olahraga.


BAB II
PEMBAHASAN

A. Awas Efek Buruk Overtraining
Di pusat-pusat kebugaran yang menjamur, seorang personal trainer selalu menyemangati kita untuk mengangkat beban terberat untuk memperbesar massa otot. Ada benarnya, jika semakin berat beban yang kita angkat, maka semakin besar pula otot yang kita kembangkan. Kita mungkin akan memaksa diri untuk berpindah ke beban terberat secepat mungkin dengan repetisi sebanyak-banyaknya.
Sangat disayangkan, tidak semua orang memiliki stamina sekuat Hercules. Kita bukan pula atlit angkat berat atau kuli bangunan professional. Tubuh kita memiliki batas toleransi. Bila batas ini dilampaui, kesehatan tubuh kita yang terkena imbasnya.
Sistem kekebalan tubuh kita-lah yang pertama kali mendapat efek buruk overtraining. Fakta ini ditemukan oleh Dr. Roy Shephard beserta tim dari Universitas Toronto-Kanada. Overtraining juga menyebabkan produksi radikal bebas yang berlebihan. Radikal bebas bisa merusak sel tubuh dan membuka pintu masuk penyakit jantung, kanker, penuaan dini, dan yang terutama sistem kekebalan tubuh.
B. Gejala-gejala Overtraining
Bila kita kurang yakin apakah kita sudah berolahraga dengan optimal atau malah berlebihan, kenali saja ciri-ciri overtraining. Bodybuilding.com menempatkan insomnia dan jam tidur yang terganggu pada urutan pertama gejala overtraining. Setelah berolahraga, tubuh membutuhkan waktu kurang lebih empat jam untuk bisa di bawa ke alam mimpi. Kalau kita berniat tidur pada pukul sepuluh malami, maka kita harus sudah berhenti berolahraga sebelum jam enam sore.
Ciri-ciri overtraining berikutnya adalah waktu yang lebih lama untuk penyembuhan luka. Tentunya hal ini terjadi karena menurunnya kekebalan tubuh. Hilang selera makan, perasaan lelah berkepanjangan, nyeri otot dan hilangnya libido merupakan tanda-tanda overtraining yang lebih nyata. Bila porsi latihan kita cukup, kita justru akan merasakan kebalikan dari ciri-ciri di atas.
C. Hal yang Harus Dilakukan Bila Merasakan Gejala Overtraining
Hal pertama yang harus kita lakukan bila sudah terlanjur merasakan gejala-gejala overtraining tersebut adalah beristirahat. Berikanlah satu minggu penuh bagi tubuh kita untuk memulihkan diri. Penuhi pula asupan gizi yang dibutuhkannya. Makanan yang mengandung vitamin E dan C, serta makanan yang mengandung karoten, sangat dianjurkan untuk dimakan karena merupakan antioksidan. Antioksidan bekerja dengan menyeimbangkan radikal bebas sehingga sistem kekebalan tubuh dapat diperbaiki.
D. Hindari Overtraining
Menghindari overtraining memang sulit karena kita bisa meragukan apakah kita lelah atau kita tidak bersemangat. Yang jelas, bila tubuh kita sudah tak kuat lagi mengangkat beban, jangan paksakan diri kita.
Kurang tidur dan kurang istirahat berkontribusi dalam menyukseskan overtraining kita. Oleh karena itu, jangan korbankan waktu beristirahat. Ketahuilah bahwa otot mengembangkan dirinya di saat kita beristirahat, bukan di saat berlatih. Istirahat melalui tidur yang cukup akan mempersiapkan energi kita agar mampu mengangkat beban di hari berikutnya.
Masih dalam upaya menghindari overtraining, kita harus memastikan tangki nutrisi kita mampu menyokong latihan kita. Intinya adalah keseimbangan. Bila protein yang kita masukkan ke dalam tubuh lebih banyak dibandingkan yang kita olah di saat berlatih, maka kelebihan protein ini akan keluar lagi melalui urin. Tapi bila stok protein kurang, tubuh akan memecah protein dari otot-otot untuk mengisi kekosongan dan ini sangat berpotensi menyebabkan overtraining.
Menghindari overtraining bukan berarti mengurangi optimalisasi latihan. Kita hanya perlu menjadwal ulang hari dan porsi latihan di gym. Kita tak perlu berlatih tujuh hari dalam seminggu hanya untuk mendapat badan seksi secara instant.
Empat hari dalam seminggu sudah maksimal dengan latihan otot secara parsial. Contohnya, Kita bisa berlibur dari gym di hari senin. Sebagai gantinya, bisa puas melatih otot dada dan trisep di hari selasa. Di hari rabu bisa berlatih otot-otot kaki, dan mengambil istirahat di hari kamis. Kita kembali lagi ke gym di hari jumat untuk melatih otot punggung dan biseps. Sebelum menghabiskan sabtu malam di klub favorit kita. Kita bisa melatih otot bahu terlebih dahulu di sore hari.
Dalam memahat otot tubuh, kita tak perlu berlatih berlebihan hanya karena ingin cepat-cepat memiliki bentuk tubuh sempurna. Bila kita melakukan dengan benar dan teratur, tubuh akan menjadi apa yang kita inginkan, pada waktunya.





BAB III
PENUTUP
Mempunyai tubuh yang ideal merupakan idaman setiap pria, dengan tubuh yang ideal, atletis, perut sixpacks dan dada bidang memang membuat penampilan jadi lebih menarik. Meningkatkan rasa percaya diri setiap pria, apalagi di depan kaum wanita.
Salah satu cara yang sering dilakukan oleh pria untuk membentuk badan menjadi ideal yaitu melakukan latihan angkat beban di gym. Kebanyakan dari mereka ingin mendapatkan hasil yang maksimal dengan cara yang singkat, akibatnya malah tidak seperti yang diharapkan. Overtraining justru malah bisa mencederai atau malah merusak otot atau jaringan karena adanya pemaksaan terhadap kerja otot. Untuk mendapatkan hasil yang maksimaml perlu latihan yang teratur, terarah, terukur, maju berkelanjutan (bertahap) dan tak lupa diimbangi dengan pola makan yang baik dan istirahat yang cukup.








REFERENSI


http://muhammadreza.multiply.com/journal/item/8

http://www.keluargasehat.com/pola-olahragaisi.php?news_id=941

http://www.ranesi.nl/tema/kamera/Over_Exercise060915























MAKALAH KESEHATAN OLAHRAGA
TENTANG
BADAN IDEAL TANPA OVER-TRAINING


Disusun Oleh :
Fandhi Gunawan
056012440473

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2007

opini

PIALA ASIA 2007
INDONESIA, KALAH TETAPI MEMBANGGAKAN

Jika melihat perhelatan Piala Asia 2007 yang hingar bingar di Koran ataupun TV, maka kita sebagai warga Negara Indonesia harus bangga karena Indonesia menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara Piala Asia 2007 selain tiga Negara lainnya Malaysia, Thailand dan Vietnam. Dua stadion dipakai untuk babap penyisihan dan babak final yaitu stadion Jaka Baring di Palembang dan stadion Gelora Bung Karno di Jakarta.
Melihat semangat dari pemain-pemain Indonesia Bambang Pamungkas cs, kita patut bangga dengan apa perjuangan mereka yang sudah maksimal. Walaupun Indonesia tidak lolos ke babak selanjutnya tetapi perjuangan Timnas Merah Putih tidak mengecewakan. Hasil menggembirakan di dapat pada laga perdana Indonesia melawan Bahrain dengan mengandaskan Bahrain dengan skor 2-1, oleh gol yang dicetak oleh Budi Sudarsono (Persik Kediri) dan Bambang Pamungkas (Persija Jakarta). Pada pertandingan kedua, Indonesia mendapatkan lawan yang sudah menjadi langganan Piala Dunia yaitu Arab Saudi. Pada pertandingan kali ini Indonesia menelan pil pahit saat harus kalah 1-2 dari Arab Saudi. Indonesia berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan lewat kaki Elie Aiboy setelah 5 menit sebelumnya gawang Yandri Pitoy kebobolan lewat sunsulan Yasser Alqahtani, dan awal petaka Indonesia saat memasuki menit ke 84 gawang Yandri Pitoy kebobolan lagi. Penunjukan wasit dari UEA Al Badawi dianggap banyak pendukung timnas Indonesia sebagai salah satu faktor penyebab kekalahan Bambang dkk. Wasit dari Jazirah Arab tersebut terbukti berat sebelah dalam memimpin pertandingan, pihak Arab Saudi banyak diuntungkan oleh wasit karena mereka menguasai bahasa yang sama. Sedangkan timnas Indonesia banyak sekali dirugikan, pada pertandingan ini pemain Indonesia banyak mendapat kartu kuning yang berefek pada pertandingan berikutnya melawan korsel. Pada pertandingan ketiga melawan Korsel sebenarnya hanya butuh hasil imbang setelah melihat kekalahan Korsel dari Bahrain dengan skor 1-2. Pada pertandingan melawan korsel Indonesia justru malah menelan kekalahan 0-1, tetapi penampilan kiper Markus Horisson (PSMS Medan) perlu kita ajungi jempol. Beberapa kali dia melakukan penyelamatan yang gemilang.
Ivan Kolev menjadi aktor utama dibalik kegemilangan penampilan timnas Indonesia di AFC 2007 kemaren. Pemilihan Ivan Kolev sebagai pelatih merupakan langkah yang tepat, setelah sebelumnya timnas Indonesia ditangani pelatih asal Inggris Peter White pada Piala Asia sebelumnya Indonesia menjadi ladang gol bagi tim lawan dengan menelan kekalahan memalukan dari China Yaitu 0-5. Strategi yang diterapkan Kolev sangat cocok dengan permainan offensive dengan menggunakan pola 4-3-3. Menempatkan Maman A, Charis Y, Ricardo S, dan M Ridwan di belakang menjadi pertahanan yang tanggung, sedangkan Ponaryo, Firman Utina dan Samsul Khoirudin untuk memperkuat lini tengan dan Bambang P sebagai ujung tombak dengan dibantu Elie Aiboy dari sisi kanan dan Budi Sudarsono dari sayap kiri. Formasi tersebut terbukti efektif dengan berhasil menyarangkan 3 gol, 2 gol ke gawang Bahrain dan Arab Saudi 1 gol.
Beberapa hal yang cukup menggembirakan yang dicapai timnas Indonesia Waupun tidak lolos ke babak berikutnya, dintaranya :
1. Amukan suporter saat Tim Indonesia kalah mulai berkurang.
Euphoria pemain dan supporter membahana di seluruh Indonesia terutama di stadion Gelora Bung Karno setelah timnas berhasil memukul Bahrain dengan skor 2-1. merupakan awal yang bagus bagi Indonesia. Setelah menyaksikan pertandingan kedua Indonesia melawan Arab Saudi, Indonesia menelan kekalahan 1-2 rasanya sangat memilukan ditambah dengan pada pertandingan penentuan melawan Korsel yang notabenenya Indonesia hanya butuh hasil imbang justru kalah 0-1. Tetapi pemain dan supporter tidak larut dalam kesedihan dan melakukan tindakan anarki di dalam amupun di luar stadion. Lemparan botol ke lapangan tidak ada lagi dan perusakan fasilitas di luar stadion pun sudah tidak ada. Para supporter pulang dengan tertib walaupun kecewa tim kesayangannya kalah.
2. Presiden SBY peduli sepak bola.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono nampak hadir di Stadion Gelora Bung Karno pada partandingan melawan Arab Saudi dan Korsel. Merupakan satu kebanggan tersendiri bagi pemain karena didukung langsung oleh orang nomer satu di Indonesia. Presiden hadir dengan di dampampingi Ibu Negara dan Menpora dan ketua KONI dan ketua PSSI.



3. Strategi permainan lebih baik.
Dibalik kesuksesan permainan Bambang cs yaitu Ivan Kolev, beliau mampu memilih strategi terbaik buat permainan Bambang dkk yaitu dengan formasi 4-3-3.
4. Penonton dan pemain lebih sportif dan apresiatif.
Indonesia mencatat rekor dengan supporter terbanyak pada gelaran AFC 2007 kemarin dengan membukukan lebih dari 80.000 penonton disetiap pertandingan Indonesia. Walaupun supporter Indonesia berasal dari seluruh Indonesia dari berbagai perwakilan klub di seluruh Indonesia tetapi penonton melebur menjadi satu memberi dukungan untuk Indonesia. Sangat berbeda jauh dengan gelaran liga domestik dengan sering terjadinya tawuran antar supporter dan pemainpun sering terlibat bentrok di lapangan dengan tim lain.